PESANTREN DARUNNAJAH “berbagi cerita”

Penjara Suci! Buat kalian yang belum pernah merasakanya pasti terasa asing dengan nama ini, Pencara Ko suci itu pencara apa!! Ya itulah sebutan untuk sebuah nama Pondok Pesantren, kenapa ko di sebut Penjara Suci? Dulu orang yang masuk pesantren itu identik karena nakal, badung, susah sholat, susah di atur orang tua.

Dan tanpa kita sadari di pesantren ini kita melakukan sebuah amalan-amalan yang sangat jarang kita lakuakan di rumah, seperti Sholat Dhuha, Sholat Tahajud, Hafalan Al-qur’an, Ngaji Kitab dan masih banyak yang lainya. Saya sendiri contohnya, saya di rumah bisa di bilang jarang sholat lima waktu, tapi alhamdulillah dengan pondok pesantren ini sholat lima waktu jadi terjaga. Itulah satu alasan kenapa disebut Penjara Suci.

Tapi tidak semua orang yang mondok itu identik karena kenakalnya, ada juga yang atas kemauanya sendiri karena dia memang ingin memperdalam ilmu agamanya. Saya sendiri mondok karena suatu alasan yang bisa di bilang tak masuk akal, karena saya ingin mondok karena perempuan idaman heheh. Udahlah ya jangan di bahas nanti jadi laper eh baper maksudnya.

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan bermacam-macam pendidikan untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi juga ada.

Bertepatan di Jl. Argapura, RT. 02/RW.3, Argapura, Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Sebuah pondok pesantren Darunnajah 2 Cipining ini berdiri, di pimpin oleh bapak KH. Jamhari Abdul Jalal L,c dari tahun 1988 hingga saat ini,  alhamdulillah santri yang mendaftar semakin tahun semakin meningkat. Dan disini lah saya mondok selama  4 tahun lamanya, ya lama baginya yang ng betah bagi yang betah sih pasti kurang.

darunnajah kece
darunnajah.com

Saya bersuyukur bisa hidup di dalam lingkungan Pesantren, karena saya lihat sebagian orang-orang di luar sana ada yang akhlak dan moralnya tidak bisa di jaga. Sering kali terlihat di tv anak usia remaja terlibat tawuran, bahkan ada yang membunuh orang orang tuanya sendiri hanya dengan maslah yang sepele.

Yah mungkin itu yang menjadi faktor utama kenapa orang tuaku munyuruhku untuk mondok, semata-mata demi kebagiakan kita dan masa depan kita. Di darunnajah, berkumpal anak-anak muda seluruh indonesia, dari macam suku, ras, bahasa, budaya, tapi kita tetap satu tujuan, demi mencapai masa depan yang jauh lebih baik lagi.

Beradaptasi dilingkungan yang belum terbiasa dengan kehidupan kita sehari-hari membuat saya merasakan hari yang begitu sangat lama dalam satu tahun pertama di pesantren, sempat terlintas di fikiran “apa saya keluar aja ya, kabur aja ya dari pondok pesantren”.

Tapi alhamdulilah dengan support teman-temanku, support dari orang tuaku, membuatku bertahan selama 4 tahun di sini. Dari 68 santri SMK yang tersisiya kurang lebih 20 orang, hanya orang-orang beriman saja yang kuat di pondok ini hehhe. Karena persahabatan santri itu adalah yang paling loyal, tak akan pernah lekang dengan waktu dan zaman.

Selain itu support dari paman dan ustadz-ustadz lah yang paling aku kenang, beliau tak pernah lelah menasehatiku ketika aku merasa kangen dengan kampung halaman dan tidak di izinkan pulang, beliau tidak pernah lelah memberikan arahan ketika aku salah.

Oh pondoku tempat naung kita….. Dari kecil sehingga dewasa…. Rasa bathin damai dan sentosa… Di lindungi allah ta’ala… Oh pondoku engkau berjasa… Pada ibuku ku indonesia…. Tiap pagi dan petang kita beramai sembayang… Mengabdi pada allah ta’ala di dalam kalbu kita… Wahai pondok tempatku laksana ibu kandungku.. Nan kasih serta sayang padaku oh pondoku.. I….Bu…Ku..

“Hynme Oh Pondoku” Ya ini lagu yang ketika aku dengar maupun ku nyanyikan slalu membuat aku menangis, aku selalu merasa kangen dengan kehangatan keluarga di rumah, selalu kangen dengan pelukan dari ibu, pondok sudah aku anggap sebagi Orang Tuaku sendiri.

Bagaimana tidak setiap aku salah dalam melakukan sesuatu aku selalu di hukum, setiap aku inigin pergi kemanapun harus selalu izin, yah begitupun dengan orang tuaku di rumah.

Yang namanya pesantren pasti mempunyai peratutan-peraturan sendiri, begitupun Darunnajah, setiap ada yang melangar perautan langsung kena hukuman nulis surat triqul 3x, astagfirullah 100x, bismillah 100x, dan menulis surat yasin, di kerjakaan selama 2 hari dan lebih parahya lagi santri yang melanggar peraturan itu akan di botak dan didirikan di depan santri putra dan putri ketika upacara hari senin berlangsung.

Saya sendiripun pernah melanggar peratutan tersebut, disaat saya dan teman-teman merasa bosan di pondok, kita merencankan suatu misi untuk kabur keluar pondok untuk mencari hiburan sejenak, dan alhasil kita ketahuan juga dan mendapatkan hukuman tersebut.

Di pondok pesantren Darunnajah sendiri ada salah satu kegitan yang sangat amat positif yang di adakan setiap satu tahun sekali menjelang libur panjang lebaran Yang di ikuti oleh seluruh santri yaitu SAFARI DAKWAH, di sini kita di ajarkan untuk bisa belajar berdakwa sedikit demi sedikit dan juga berlajar hidup bermasyarakat.

Sebelum kita berangkat seperti biasa kita melakukan apel keberangkatan terlebih dahulu, untuk menguatkan Ghirroh dan Ruhul Jihad yang di pimpin oleh pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, LC, dan ibu Pimpinanan Pesantren Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar,sembari mengucapkan sholawat dan takbir “Allahuakbar” yang di lantunkan oleh ribuan santri.

tanpa kita sadari ternyata allah mendengarnya, nampak terlihat dengan jelas  lafadz allah di langit darunnajah seketika itu. Wallahu a’lam bishawab. Insyallah dengan ini allah menyertai kafilah dakwah santri Darunnajah cipinig.

darunajah kece
darunnajah.com

Waktu demi waktu berlalu, hari demi hari telah aku lewati, sekarang tibalah saatnya kucurahkan semua pikiranku untuk menyelasikan tugas akhirku, bukan hanya UN saja yang menjadi patokan untuk kelulusan pondok pesantren darunnajah ini, akan tetapi Amaliyah Tadris (ujian prakter mengajar) pun sangat di takuti oleh hampir semua santri.

Di karenankan ujian ini harus memakai dua bahasa yaitu Bhs. Inggris dan Bhs. Arab, yah seperti layak ya guru pada umumnya kita harus mengajar kurang lebih seperti itu selama 45 menit dan dihadapan para guru-guru senior Darunnajah. Alhamdulillah ujian Amalia Tadris ini telah berlalu, dan saya sendiri mendapatkan nilai yang cukup memuaskan di mata saya pribadi.

Sekarang tibalah saatnya yang kita tunggu-tunggu selama 4 tahun ini “Khaflah Takharruj” (wisuda santri), sebagai penghantar pelepasan para alumni, pimpinan kita bapak KH. Jamhari Abdul Jalal L.c, berpesan kepada para alumnus agar menjaga aqidah mereka. Jangan sampai santri Pesantren Darunnajah Cipining menjadi seseorang yang kafir. Kafir secara nyata, maupun dari segi perilaku.

Di sinilah aku merasakan sesuatu yang sangat sulit aku ungkapkan dengan kata-kata, biasanya dulu saya selalu iri ketika ada seorang santri yang hampir setiap bulanya di Mudif (jenguk) oleh keluarganya. Beda dengan saya yang hampir 3 tahun belakangan ini tidak pernah di mudif oleh keluarganku sendiri, entah apa yang membuat orang tuaku begitu sibuk sehingga tidak bisa menjenguk anaknya sendiri di pesantren.

Di Khaflah Takharruj, alhamdulillah keluarga besarku bisa datang ke pesantren untuk memberikan ucapan selamat atas kelulusanku ini “Maannajah”. Setelah acara wisudah santri selesai kita sekeluarga langsung mencari tempat dan membuat lingkaran besar untuk makan bersama sekeluarga.

Di situ saya sangat bersyukur karena allah telah memberikan semuanya ini kepadaku rasa senang, sedih, haru, semuanya bercampur menjadi satu dikala itu. Terimaksih untuk semuanya, teman-teman, ustadz, paman yang slalu memberikan suport semangat kepada kami semua sehingga kami biasa menajdi seperti sekarang ini.

“Ambassadors Of New Generation Defending Religion Of Moslem Darunnajah (andromeda21)”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *