biografi-sultan-hasanuddin

Biografi Sultan Hasanuddin Lengkap Beserta Sejarah Perlawanan Terhadap VOC Belanda

Mengulas biografi Sultan Hasanuddin akan membawa ingatan kita pada sosok pahlawan dari Indonesia bagian timur. Salah satu pahlawan nasional dengan julukan ayam jantan dari timur atau De Haantjes van Het Osten kalau dalam Bahasa Belanda.

Sifat keberanian yang dimilikinya telah diturunkan oleh ayahnya sendiri, sebagai raja Gowa ke-15. Kelak ketika Sultan Hasanuddin menjadi sultan Gowa yang ke-16, beliau mimiliki kebaranian yang besar dalam memimpin pasukannya melawan VOC Belanda. 

Peperangan yang terjadi antara kerajaan Gowa dengan VOC terjadi sangat sengit. Meskipun pada akhirnya Sultan Hasanuddin harus menandatangani perjanjian Bongaya atas paksaan pihak VOC. Ada beberapa faktor penyebab kekalahan yang dialami oleh sultan hasanudin, baik secara internal maupun eksternal.

Artikel ini tidak hanya mengulas biografi Sultan Hasanuddin secara singkat. Lebih dari itu, mulai dari keluarga, pengangkatan menjadi sultan, peristiwa perang beserta faktor-faktornya, komplek makam, dan bentuk penghargaan atas jasa-jasanya akan diulas. Pada bagian akhir akan ada ringkasan periode penting perjalanan Sultan Hasanuddin.

Baca juga Biografi Pangeran Diponegoro.

Mengenal Keluarga Sultan Hasanuddin

biografi-sultan-hasanuddin
historyofcirebon.id

Sultan Hasanuddin merupakan putra kedua dari pasangan I Manuntungi Daeng Mattola dan I Sabbe To’mo Lakuntu. lahir pada tanggal 12 Januari 1631. Ayahnya adalah seorang raja Gowa ke-15 yang bergelar Sultan Malikus Said. Sementara ibunya merupakan seorang putri bangsawan Laikang. 

Dalam biografi sultan hasanuddin nama asli beliau sewaktu baru lahir yaitu I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe yang merupakan pemberian dari seorang Qodi sekaligus mursyid dari tarekat baharunnur balawy yang namanya adalah Syeikh Sayyid Jalaludin bin Ahmad Bafaqih Al-Aidid. Beliau juga merupakan guru dari Syeikh Yusuf al-Makassari.

Sultan Hasanuddin mempunyai empat istri yaitu I Hatijah I Lo’mo Tobo, I Bate Daeng Tommi, I Daeng Talele, dan I Mami Daeng Sangnging. Dari pernikahan ini dikarunia tiga anak: Sultan Amir Hamzah, Sultan Muhammad Ali dan Karaeng Galesong. Selain itu, beliau juga masih mempunyai beberapa saudara yaitu Karaeng Tololo, Karaeng Bonto Majanang, dan Patimang Daeng Nisaking Karaeng Bonto Jane.

Pengangkatan Raja Gowa yang ke-15 (Ayah Sultan Hasanuddin)

Dalam biografi Sultan Hasanuddin dijelaskan mengenai silsilah raja-raja Gowa sebelumnya. Raja Gowa ke-15 adalah ayahnya sendiri yang diangkat setelah kakeknya yang bernama Sultan Alaudin meninggal dunia.

Sultan Alaudin adalah raja Gowa ke-14 yang telah memimpin selama 46 tahun. Pada waktu itu, ketika Sultan Malikus Said atau ayahnya diangkat menjadi seorang raja usia Sultan Hasanudin masih berumur 8 tahun.

Sultan malikus said dilantik pada 15 juni 1639. Sejak saat itu beliu selalu mengajak Sultan Hasanuddin dalam setiap perundingan penting. Sultan Hasanuddin diajarkan ilmu diplomasi, pemerintahan dan strategi perang.

Bahkan, sang yang pernah mengustus Hasanuddin untuk mengunjungi beberapa kerajaan yang berada dalam pengawalan kerjaan goa. Sampai pada usainya yang ke-21 beliau dipercayakan oleh ayahnya untuk mengatur sistem pertahanan guna melawan Belanda. 

Pengangkatan Raja Gowa yang ke-16 (Sultan Hasanuddin)

Dengan kepintaran serta keberanian yang dimiliki oleh Sultan Hasanuddin, akhirnya setelah ayahnya meninggal dunia (Raja Gowa ke-15) diangkatlah beliau sebagai raja Gowa yang ke-16. Dalam beberapa literatur tentang biografi Sultan Hasanuddin menyebutnya diusianya yang masih 22 tahun beliau diangkat menjadi seorang raja.

Pengangkatan beliau menjadi seorang raja marupakan wasiat dari ayahnya untuk melanjutkan perjuangannya memimpin rakyat Gowa. Sultan Hasanuddin dilantik menjadi seorang raja pada bulan November 1653.

Perang melawan VOC

  • Latar Belakang
  1. Belanda ingin mengusai rempah-rempah yang ada dikawasan timur dengan cara melakukan monopoli perdaganngan. Rakyat diharuskan menjual hasil kebun ke pemerintah VOC dan tidak boleh ada pihak lain yang terlibat
  2. VOC menyuruh rakyat untuk menebang pohon-pohon cengkeh dan pala di beberapa tempat, tujuannya agar rempah-rempah yang dihasilkan tidak terlalu banyak.
  3. Sultan Hasanuddin menolak hal tersebut yang kemudian menyebabkan pemerintah VOC marah dan akan menghajurkan kerajaan Gowa, karena kerajaan ini memiliki peran strategis dalam jalur perdagangan di wilayah timur.
  • Peristiwa Peperangan

Beberapa sumber tentang biografi sultan hasanuddin menuliskan peperangan dimulai sejak tahun 1666 dimana Belanda mulai menguasai kerajaan-kerajaan kecil dibagian timur. Namun Belanda belum bisa menguasai kerajaan Gowa karena masih terlalu kuat.

Pada tahun selanjutnya, Belanda akhirnya berhasil menambah pasukannya sehingga kerajaan Gowa semakin mengalami kemunduran. Tepat pada 18 November 1667 Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bungaya. Perjanjian ini semakin memberikan kerugian pada rakyat.

Akhrinya perang kembali pecah pada 12 april 1668, Sultan Hasanuddin memberikan perlawan yang sengit kepada Belanda. Namun, karena Belanda berhasil mendatangkan bantuan dari tentara luar, sehingga pada 24 juni 1969 benteng Sombaopu berhasil ditembus oleh Belanda.

  • Akhir Pertempuran

Serangan bertubi-tubi yang dilakukan oleh pihak Belanda akhirnya berhasil memecah belah kekuatan kerajaan Gowa. Beberapa pembesar kerajaan seperti Karaeng Lengkese dan Karaeng Tallo akhrinya menyerahkan diri, namun tidak dengan Sultan Hasanuddin tetap teguh dengan pendiriannya.

Sampai akhir hayatanya Sultan Hasanuddin tetap tidak mau berkerja sama dengan pihak VOC sehingga lebih memilih turun tahta tepatnya pada 29 juni 1969. Hal ini menjadi salah satu catatan menarik dari biografi Sultan Hasanuddin yang tetap teguh dengan pendiriannya. Kepemimpinan selanjutnya diteruskan oleh putranya yang bergelar Sultan Amir Hamzah.

Faktor-Faktor Penyebab Kekalahan Kerjaan Gowa

Kerajaan-gowa
ruangguru.co.id
  • Faktor Internal
  1. Kerajaan-kerajaan yang berada di bawah kekuasaan kerjaan Gowa mudah dihasut dan dipecah belah oleh Belanda.
  2. Terjadinya perang saudara pada tahun 1664 antara sutan buton, sultan ternate dan Arung palakka melawan kerjaan Gowa
  3. Terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh rakyatnya sendiri setelah terjadinya perang selama 16 tahun.
  • Faktor Eksternal
  1. Belanda memiliki armada pasukan yang sangat kuat
  2. Belanda berhasil mendatangkan pasukan dari segala penjuru
  3. Belanda berhasil menghasut pasukan kerjaan yang berada di bawah kekuasaan Gowa.

Komplek Makam Sultan Hasanuddin

makam-sultan-hasanuddin
situsbudaya.id

Dalam biografi Sultan Hasanuddin menerangkan pada usianya yang ke-39 tahun, tepatnya pada tanggal 12 Juni 1670 Sultan Hasanuddin wafat sebagai seorang pahlawan. Beliau dimakamkan di dalam benteng kale Gowa, yang merupakan pemakaman raja-raja Gowa. Setalah meninggal beliau diberikan gelar Tumenga Ri Balla Pangkana.

Bentuk makam Sultan Hasanuddin bertingkat dengan diberi dua kayu nisan pada bagian atasnya yang bertuliskan tahun lahir dan wafatnya. Pada komplek makam ini juga terdapat makam sultan alauddin.

Selain itu terdapat bangunan masjid kuno yang dibangun sejak tahun 1630. Dan ada juga sebuah batu tomanurung. Sebagian masyarakat ada yang menyebutnya dengan Batu Pallatikan karena tempat tersebut dulunya dijadikan sebagai temat penantikan raja-raja Gowa. Pada saat memasuki area makam terdapat sebuah patung Sultan Hasanuddin lengkap dengan memegang senjata berupa keris.

Penghargaan Sultan Hasanuddin

Bandara-sultan-hasanuddin
transonlinewatch.com
  • Diberikan gelar sebagai pahlawan nasional bersarkan surat keputusan presiden No. 087/TK/1973, pada 6 November 1973
  • Namanya diabadikan sebagai nama bandara internasional di makasar.
  • Manjadi salah satu nama unversitas ternama di makassar
  • Diabadikan dalam gambar sebuah prangko

Periode Penting Perjalanan Sultan Hasanuddin

  • 12 januari 1631 sultan hasanuddi lahir di Makassar
  • 15 Juni 1639 Sultan Malikussaid dilantik menjadi raja.
  • November 1653 Sultan Hasanuddin diangkat menjadi Raja Gowa
  • tahun 1653 sampai 1669 periode Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa
  • Tahun 1660 Peperangan VOC dan Kerajaan Gowa dimulai
  • Pada tahun 1666, Belanda berusaha menguasai beberapa kerajaan kecil di bagian timur Indonesia dibawah kepemimpinan Laksamana Cornelis Speelman
  • Bulan November 1966, 21 kapal perang dari Batavia menuju kerajaan Gowa
  • 18 November 1667 Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani Perjanjian Bungaya
  • 12 April 1668 perang kembali pecah.
  • 24 Juni 1969 pasukan Belanda berhasil menerobos Benteng Sombaopu
  •  29 Juni 1969,  Sultan Hasanuddin turun tahta
  • 12 Juni 1670 Sultan Hasanuddin Wafat
  • 6 November 1973 Sultan Hasanuddin diberi gelar pahlawan nasional.

Cukup menarik untuk mengulas seputar biografi sultan hasanuddin. Kegigihan dan keberanian serta keteguhan hatinya untuk selalu kokoh dengan pendiriannya memberikan sebuah nilai yang begitu penting bagi sosok seorang pemimpin.

Sumber : majelisazzikra.com

Leave a Reply