Cara Sukses Budidaya Cabe Rawit agar Mendapat Hasil Berlimpah

Budidaya Cabe Rawit – Cabe rawit memiliki nama latin Capsicum frutescens yang termasuk dalam jenis cabe yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Cabe rawit agak tahan terhadap hama dan penyakit juga memiliki usia produktif yang lebih panjang. Selain itu, cabe rawit meskipun kecil tetapi memiliki tingkat rasa pedas yang sangat tinggi melebihi rasa pedas cabe merah atau cabe keriting.

Sebab itu cabe rawit sangat diminati oleh orang-orang. Cabe rawit dapat tumbuh subur di daerah yang beriklim tropis, seperti Indonesia. Nah, tentu saja hal ini akan memudahkan kita untuk bercocok tanam cabe rawit di rumah atau di kebun sebagai tanaman keluarga. Jika dibudidayakan dengan benar cabe rawit dapat berproduksi hingga dua sampai tiga tahun.

budidaya cabe rawit
Sumber : mitalom.com

Harga cabe sendiri sering mengalami fluktuasi atau naik turun harga. Hal ini disebabkan oleh cuaca, atau industry, hotel, lebih dahulu memesan cabe sehingga cabe yang beredar di pasar hanya sedikit atau kurang memenuhi pesanan.Jika terjadi kelangkaan cabe, tentu saja harganya pun akan melejit naik.

Jika Anda hobby masakan pedas, pencinta sambal, atau penggemar cabe, daripada harus membeli dengan harga yang kadang naik kadang turun, lebih baik jika menanam sendiri di halaman atau pekaangan rumah, tinggal memetik kapan saja, dan tak perlu khawatir akan kehabisan.

Tenang saja, membudidayakan cabe rawit tidak terlalu sulit, dan Anda juga tidak perlu membutuhkan lahan yang luas. Agar budidaya cabe rawit maksimal, berikut kami paparkan cara membudidayakan cabe rawit.

Namun sebelum itu kamu juga bisa membaca lebih lengkap tentang cara menanam cabe disini.

Syarat Tumbuh Cabe rawit

cara budidaya cabe rawit
Sumber : alamtani.com

Sebenarnya cabe arwit dapat tumbuh dimana saja, karena cabe rawit ini mudah beradaptasi. Tetapi, cabe rawit akan tumbuh optimal jika dibudidayakan pada dataran rendah dengan ketinggian 0 – 500 mdpl. Jika di atas 1000 mdpl, produksinya akan berkurang.

Tanaman cabe rawit ini memerlukan penyinaran matahari yang penuh atau minimal delapan jam per hari. Lahan yang digunakan untuk budidaya cabe rawit sebaiknya pilihlah lahan yang steril, yaitu lahan yang belum pernah ditanami cabe sebelumnya atau setidaknya tidak ditanami selama enam bulan.

Cabe rawit juga tidak baik ditanam berdekatan dengan lahan cabe yang pernah ditanami dahulu. Lahan yang dibutuhkan benar-benar harus steril untuk hasil yang optimal. pH ideal untuk tanaman cabe rawit yaitu 6,5 sampai 7 pH.

Persiapan Lahan

budidaya tanaman cabe rawit
Sumber : youtube.com

Yang pertama kali dilakukan untuk menanam cabe arwit yaitu membersihkan lahan dari rumput-rumput atau gulma yang tumbuh pada lahan sebelumnya. Setelah itu barulah melakukan penggemburan tanah.

Kemudia buat bedengan dengan tinggi dan panjang diseuaikan dengan lahan, lebar 90 – 100 cm. jarak antar bedengan antara 60- 70 cm.Ini dilakukan bertujuan untuk menghindari gennagan air saat hujan turun.

Setelah selesai, langkah selanjutnya yaitu menaburkan pupuk dasar. Pupuk dasar untuk cabe rawit bisa menggunakan pupuk kandang/kompos, KCL, ZA, atau TSP.

Pupuk dasar ini ditaburkan 10 – 15 hari sebelum melakukan penanaman.  cabe rawit bisa ditanam menggunakan mulsa plastic atau tanpa mulsa plastic. Jarak tanam berkisar 70 x 60 cm atau 80 x 60 cm.

Persiapan Bibit

budidaya cabe rawit organik
Sumber : paktanidigital.com

Benih cabe rawit yang akan ditanam pun bermacam-macam, ada cabe rawit lokal ada juga cabe rawit hibrida.

Untuk benih cabe rawit lokal, pilihlah buah cabe dari pohon yang sehat dan sudah matang dengan sempurna atau sudah merah yaitu antara 90 – 100%. Buah cabe yang baik itu buah dari hasil panen keempat hingga keenam.

Proses Penyemaian

budidaya cabe rawit hijau
Sumber : lintasgayo.con

Penyemaian dapat dilakukan dengan dua cara, bisa menggunakan polybag atau tebar bedeng. Benih yang baru dibuat bisa langsung disemai, tetapi benih yang sudah agak lama sebelum disemai harus direndam terlebih dahulu menggunakan air hangat kuku dan ZPT atau bisa juga dengan air bawang merah.

Karena bawang merah mengandung ZPT alami yang fungsinya untuk merangsang akar dan mempercepat masa perkecambahan. Setelah masa penyemaian, bibit cabe bisa ditanam pada usia 25 – 30 hari setelah semai.

Proses Penanaman Cabe Rawit

budidaya cabe rawit di polybag
Sumber : mesinpertanian.id

Bibit cabe ditaman pada usia 25 – 30 hari setelah semai. Pilihlah bibit yang sehat dengan memiliki ciri daun yang berwarna hijau segar. Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari. Setelah penanaman segera disiram agar tidak layu.

Pada musim hujan jarak tanam sebaiknya tidak terlalu dekat agar lingkungan tidak lembab, sehingga penyakit cendawan tidak berkembang, karena lingkunyan yang lembab menyebabkan cendawan berkembang dengan cepat.

Pemasangan Ajir

pemasangan ajir
padhebudhie.wordpress.com

Ajir atau lanjaran, atau penopang sangat diperlukan untuk menopang tanaman agar kokoh. Sebaiknya penopang ini dipasang sebelum penanaman. Kemudian cabe rawit diikat dengan menggunakan tali.

Ajir ditancapkan kurang lebih 5 cm dari batang tanaman. Jika sudah besar, ajir dipasang dengan posisi miring membentuk sudut 45 derajat agar tidak merusak akar cabe rawit. Ajir ini bisa menggunakan kayu kecil seperti ranting atau dahan, dan bamboo kecil.

Perawatan dan Pemeliharaan Cabe Rawit

budidaya cabe rawit bangkok
Sumber : starjogja.cpm

Segera lakukan penyulaman atau mengganti dengan bibit yang baru jika ada tanaman yang mati atau terinfeksi penyakit. Bersihkan gulma dan rumput liar yang berda di sekitar tanaman.

Hal ini juga bertujuan untuk meminimalisasi serangan hama dan penyakit, karena jika dibiarkan rumput atau gulma tersebut bisa menjadi tempat persembunyian hama penyakit.

Penyiraman dilakukan dengan disesuaikan akan kondisi dan kebutuhan. Jika musim kemarau lakukan penyiraman sesering mungkin.

Selanjutnya, pemupukan susulan pertama kali dapat dilakukan saat tanaman berusia dua minggu setelah tanam. Pemupukan pertama sebanyak 3 kg / 1000 tanaman menggunakan pupuk NPK.

caranya, larutkan pupuk dengan 200 liter air, lalu kocorkan pada tanaman sebanyak 200 ml per tanamannya. Selanjutnya pemupukan bisa dilakukan setiap seminggu sekali dengan penambahan dosis berkala. Penyemprotan pupuk daun juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara.

Pengendalian Hama dan Penyakit

hama tanaman cabe
tanamanmagz.blogspot.com

Hama tanaman cabe rawit itu seperti ulat tanah, jangkrik, kutu daun, bekicot dan lalat buah.

Penyakit tanaman cabe rawit seperti layu karena bakteri, virus Gemini, bercak daun, busuk batang dan buah. Nah, hama dan penyakit ini bisa dikendalikan dengan melakukan penyemprotan insektisida dan fungisida.

Cara Panen dan Masa Panen Cabe Rawit

cara memanen cabe rawit
pertanianku.com

Cabe rawit dapat dipanen pada usia 80 – 90 hari setelah tanam. Pemanenan cabe rawit dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu panen sebagai cabe rawit merah atau sebagai cabe rawit hijau. Panen ini disesuaikan dengan permintaan pasar.

Seperti di daerah jawa, cabe rawit bisa dipanen hijau maupun dipanen merah. Pemanenan dilakukan pagi hari setelah embung mongering agar cabe segar. Panen ini dilakukan setiap satu minggu sekali.

Jika budidaya dilakukan dengan benar, cabe rawit ini mampu menghasilkan buah selama dua sampai tiga tahun untuk cabe rawit lokal. Jika jenis cabe rawit hibrida masa produksinya relative pendek, antara delapan sampai dua bekas bulan.

Itulah beberapa langkah cara menanam cabe rawit semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *